Video dan kronologi Kerusuhan Bima Makin..


Aura Kerusuhan Bima

Belum habis hebohnya kasus Kerusuhan Petani Mesuji, sabtu kemarin Aura Kerusuhan kembali terjadi di Bima, Bentrok antara polisi dan demonstran yang juga dikabarkan mengakibatkan tewasnya beberapa orang pengunjuk rasa.

Berikut adalah kronologi dan kontroversi yang bermunculan dari kedua pihak yang terlibat Kerusuhan/Tawuran yaitu Polri dan Warga:

Aura Kerusuhan Bima Versi Mabes Polri

 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution mengatakan bentrokan warga dengan pihak kepolisian di Bima, NTB, diawali oleh tuntutan warga agar Bupati Bima Ferry Zulkarnaen untuk mencabut Surat Keputrusan Nomor 188 tahun 2010 yang memberikan izin pertambangan kepada perusahaan rekanan Bupati.

“Jadi ini ada persoalan lama. Masyarakat meminta izin tersebut dicabut, tetapi Bupati tidak bersedia,’ ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (25/12).

Akibat ketidakbersediaan Bupati tersebut, sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Front Reformasi Anti Tambang (FRAT) pada 19 Desember menduduki Pelabuhan Sape, Bima. Pendudukan oleh massa tersebut menyebabkan kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan Pelabuhan Sape otomatis terganggu.

Dalam rangka memberikan rasa aman dan ketertiban di masyarakat, polisi mencoba bernogosiasi dengan masyarakat. Bahkan, tambah Saud, Kapolda Nusa Tenggara Barat pada 23 Desmber 2011 melakukan negosiasi langsung dengan massa.

“Itu dilakukan Kapolda karena menyambut Natal dan Tahun Baru, dan banyak warga tidak bisa menjalankan akivitasnya,” imbuh Saud.

Negosiasi oleh Kapolda dan Bupat Bima yang tidak diindahkan oleh masyarakat, menurut Saud, membuat polisi pada 24 Desember 2011 melakukan tindakan penegakan hukum yaitu membebaskan Pelabuhan Sape dari massa. Pada awalnya polisi melakukan tindakan himbauan kepada masyarakat namum tidak diindahkan. Tembakan peringatan yang dilepaskan oleh polisi juga tidak diindahkan oleh massa.  … Selengkapnya

Aura Kerusuhan Bima Versi Warga

Pembubaran blokade warga di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, oleh aparat kepolisian, Sabtu (24/12) pagi kemarin, menelan korban jiwa. Sejauh ini dilaporkan dua orang tewas. Diluar itu ada puluhan korban terluka. Warga kocar-kacir dan berlarian berusaha menyelamatkan diri setelah polisi melakukan penembakan.

Berikut kronologi kejadian versi warga, seperti dituturkan oleh anggota DPRD Bima dari Fraksi Partai Rakyat Demokratik Adi Rahmat, Sabtu (24/12) malam.

Pukul 00.00 WITA, 24 Desember 2011, muncul isu akan ada penyerangan oleh aparat keamanan dari kepolisian dan Brimob terhadap warga Kecamatan Lambu, Bima, yang memblokade pelabuhan. “Itu menyebabkan massa yang berjumlah sekitar 8000 orang melakukan konsolidasi,” ujar Adi.

Namun, sampai pukul 04.00 WITA, pasukan Brimob yang ditunggu-tunggu tidak datang. “Akhirnya sebagian massa kembali ke wilayah Lambu untuk mempersiapkan amunisi untuk aksi besok paginya (25/12), dan hanya menyisakan 300 orang di pelabuhan,” tutur Adi.

Sekitar pukul 05.30 WITA, jelas Adi, aparat kepolisian dan Brimob sudah melakukan pengepungan di wilayah Pelabuhan Sape. “Brimob. Itu gabungan (dengan aparat kepolisian) dan berasal dari Bima, Sumbawa dan Mataram,” jelas Adi.

Pukul 06.00 WITA, aparat kepolisian meminta dan memperingatkan warga untuk membubarkan diri dari pelabuhan. “Tapi oleh warga tidak diindahkan. Mereka diam saja dan hanya melakukan pendudukan di pelabuhan tanpa melakukan perlawanan,” ujarnya.

Pukul 08.00 WITA, kata Adi, salah satu aparat kepolisian mencoba melakukan provokasi terhadap massa dengan merampas senjata tajam yang dibawa oleh peserta aksi. “Namun hal itu tidak dihiraukan oleh massa aksi,” katanya.

Sekitar 30 menit kemudian atau pukul 08.30 WITA, aparat kepolisian mulai melakukan penembakan membabi buta dengan arah mendatar kepada massa. “Setelah berjatuhan korban baru mereka melakukan penembakan ke udara,” kata Adi. Berdasarkan keterangan saksi dan warga, kata Adi, jumlah personel gabungan kepolisian mencapai 1000 orang dan bersenjata lengkap.  Selengkapnya

Menyikapi Aura Kerusuhan Bima ini; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo agar menghindari segala bentuk kekerasan atau kontak fisik dalam pembubaran massa. Hal itu terkait insiden bentrokan Bima antara demonstran dengan aparat kepolisian.

“Presiden telah meminta Kapolri untuk menghindari segala bentuk kekerasan atau kontak fisik. Apalagi, dalam pembubaran massa yang melakukan aksi demonstrasi,” ujarJuru Bicara Presiden, Julian Aldri Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/12). Presiden juga telah menginstruksikan kepada Kapolri untuk segera berkoordinasi dengan Polda setempat guna melakukan pengusutan. Jika memang benar ada yang memprovokasi atau mendalangi dalam aksi tersebut, maka aktornya harus ditangkap kemudian diproses atau diadili.

Julian pun menegaskan Presiden tidak akan melakukan tebang pilih dalam kasus ini. Bila benar ada tindakan yang di luar standar operasional prosedur, maka pelakunya akan diproses. “Tanpa kecuali, itu akan diproses,” tegasnya.  Selengkapnya

 

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, kiamat, News dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Video dan kronologi Kerusuhan Bima Makin..

  1. Ping balik: Saksi Korban Kerusuhan Bima | All In One SEMUA ADA DISINI

Komentar ditutup.