Aura Hakim Sebagai Penghukum Bukan Pengadil Makin..


Aura Hakim Sebagai Penghukum Bukan Pengadil Makin..

Dunia peradilan Indonesia kembali mendapat sorotan masyarakat. Hal ini tak lain setelah Mahkamah Agung (MA) memvonis nenek Rasminah 130 hari penjara. Rasminah dianggap bersalah mencuri 6 piring milik majikannya. Hakim seharusnya menjadi pengadil, bukan penghukum. Hakim di Indonesia selama ini hanya menegakkan peraturan bukan keadilan.

Sekelumitinfo Aura Hakim sebagai Penghukum Bukan sebagai pengadil makin bersinar setelah Mahkamah Agung (MA) memvonis nenek Rasminah 130 hari penjara. Rasminah dianggap bersalah mencuri 6 piring milik majikannya. Hakim seharusnya menjadi pengadil, bukan penghukum. Hakim di Indonesia selama ini hanya menegakkan peraturan bukan keadilan.

Demikian kecaman yang dilontarkan Jimly Asshiddiqie atas vonis nenek Rasminah. “Aparat harusnya menegakkan peraturan, bukan menegakkan keadilan. Saya rasa kasus seperti itu tidak layak diperkarakan,” ucap mantan Ketua MK tersebut dengan nada galau usai diskusi “Proyeksi awal tahun: Harapan dan tantangan Komisi Yudisial” di Jakarta, Selasa (31/01).

“Kalau polisi terpaksa memperkarakan, jaksa kan bisa bertindak. Kalau jaksa masih lolos, hakimnya harus kreatif,” tegas Jimly.

Namun begitu, masih menurut Jimly, apapun putusan hakim harus tetap dihormati.

“Hakim harus sebagai pengadil, bukan penghukum. Hakim seharusnya menciptakan keadilan. Saya rasa ini memang gejala umum yang hanya menegakkan peraturan. Apalagi dihukumnya sesuai dengan masa tahanan. Ini akan menjadi preseden buruk di kemudian hari,” kata Jimly dengan nada prihatin.

Seperti diketahui, Rasminah yang telah berusia 55 tahun merupakan pekerja rumah tangga yang dituduh mencuri 6 buah piring pada Juni 2010. Pelapor tak lain majian Rasminah, Siti Aisyah Margaret Soekarnoputri.

Atas laporan tersebut, nenek Rasminah harus merasakan dinginnya penjara dan menjalani persidangan di PN Tangerang. Dalam persidangan, Rasminah dituntut 5 bulan penjara. Namun oleh Majelis Hakim, nenek Rasminah divonis bebas.

Tak terima atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum melakukan kasasi hingga ke Mahkamah Agung. Hasilnya, MA menjatuhkan vonis bagi nenek Rasminah 130 hari penjara. Ironi.

Inilah Rupanya kalau Negara Kita Berazaskan Hukum jadi Bukan Berazaskan Keadilan karena masing masing Perangkat Hukum kita Mulai Dari Polri,Kejaksaan,Sampai dengan Kehakiman dan mahkamah Agung  tetap mengedepankan Hukum diatas Keadilan

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, News, Religus Tips dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Aura Hakim Sebagai Penghukum Bukan Pengadil Makin..

  1. yisha berkata:

    duh, nge bet bangets nge post nya…. 😆

    Suka

Komentar ditutup.