Aneka Info Penyatuan Zona Waktu Indonesia


Aneka Info Penyatuan Zona Waktu Indonesia

Sekelumitinfo Berita tentang Penyatuan Zona Waktu di Indonesia yang semula terbagi menjadi  3 (tiga) Zona Waktu yaitu WIB, WITA dan WIT makin terarah dan mendapat bahyak dukungan dari Berbagai Pihak Sperti Bank Indonesia, DPR maupun maskapai Penerbangan.   Pembagian Zona Wilayah Waktu Indonesia banyak menimbulkan kebingungan pada Dunia Internasional sebagaimana dikutip dari wikipedia Berikut:

Penulisan zona waktu Indonesia dalam singkatan bahasa Inggris dapat membingungkan dan sering terjadi salah arti. WIT dalam singkatan bahasa Inggris adalah Western Indonesian Time, sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah Waktu Indonesia Timur. Contohnya dalam sistem operasi Linux, penyetelan format waktu (etc/localtime) mengikuti standar instalasi dimana zone Asia/Jakarta menggunakan WIT. (Wikipedia)

Dukungan salah satunya berasal dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Pramono Anung Wibowo.

”Pihak yang paling dirugikan memang kenyamanan orang-orang di bagian timur Indonesia. Tapi secara pemerintahan, ekonomi, termasuk secara manajemen secara keseluruhan, saya sangat mendukung itu,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/3/2012).

Pramono menjelaskan, dengan penyatuan zona waktu secara otomatis jam kerja di seluruh wilayah di Indonesia akan sama sehingga produktivitas serta efektivitas kerja, baik untuk sektor pemerintahan maupun swasta. (Kompas.com)

Mantan anggota Kaukus Penerbangan DPR RI, Alvin Lie, berpendapat, rencana penyatuan zona waktu dari tiga menjadi satu zona oleh pemerintah tidak akan memberikan perubahan besar di industri penerbangan. Pasalnya, dunia penerbangan mengacu pada Greenwich Mean Time (GMT) bukan zona waktu lokal seperti Waktu Indonesia Barat (WIB). “Tidak banyak pengaruhnya. Karena penerbangan itu mengacu pada UTC (Co-ordinated Universal Time) atau GMT sebagai waktu internasional,” ujar Alvin ketika dihubungi Kompas.com, Senin (12/3/2012).

Industri penerbangan, menurut Alvin, tidak menggunakan zona waktu lokal, seperti WIB di Indonesia. Hanya penumpang yang mengacu pada zona waktu lokal. Sehingga, bagi penumpang, terasa ada penyesuaian waktu ketika berpergian berbeda wilayah zona waktu. “Misalnya dari Jakarta ke Denpasar. Penerbangan kan kurang lebih 1,5 jam. Harusnya sampai jam 15.30 WIB tapi kan jadi berubah menjadi 16.30 Wita (Waktu Indonesia Tengah). Kelihatan terbang lama (bagi penumpang), tapi kan sebenarnya sama saja,” terang mantan pilot ini. (Kompas.com)

Bank Indonesia Dukung Penyatuan Zona Waktu

Gubernur BI Darmin Nasution mengemukakan hal itu saat ditanya wartawan tentang rencana penyatuan zona waktu Indonesia. ”Tapi nanti kita lihat. Apa saja yang bisa terjadi. Artinya kalau jadi satu bagus juga,” kata Darmin, di Jakarta, Senin (12/3/2012).

Dari sisi bisnis, perbedaan waktu tersebut memiliki banyak arti. Justru, yang paling terlihat pengaruhnya adalah pasar modal. Saat di Jakarta baru tutup pada pukul 16.00, sebenarnya sudah tutup dua jam sebelumnya di kawasan timur.

LAPAN: Zona Waktu Berubah “Jadwal Shalat terganggu”

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menilai zona satu waktu Indonesia menimbulkan inefisiensi. Terutama terkait penetapan waktu shalat.

“Menjadikan Indonesia menjadi satu zona waktu, disamping berdampak positif mempersatukan, ada juga dampak negatif berupa potensi inefisiensi,” terang peneliti LAPAN Thomas Jalaluddin, Ahad (11/3).

Fakta tersebut telah diungkapkannya saat  diundang menjadi salah satu narasumber FGD (Focus Group Discussion) tentang zona waktu Indonesia bersama kementerian terkait medio Januari 2012 lalu. Thomas mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat dengan kebutuhan ketepatan waktu dalam ritual ibadah.

Mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim yang harus melaksanakan kewajiban shalat dzuhur menjadi pertimbangan. Selama ini, Indonesia menerapkan zona waktu tunggal dengan rujukan UT + 8 jam. Sementara  waktu istirahat pukul 12.00-13.00  di Jawa bagian Barat dan Sumatera. Sebaran penduduk Indonesia sekitar 40 persen di kedua pulau tersebut.

“Pada akhir waktu istirahat pegawai Muslim masih melaksanakan shalat dzuhur. Artinya ada inefisiensi waktu dengan jeda untuk shalat, yang biasanya bersamaan dengan istirahat makan siang,”papar Thomas. (Republika)

 

 

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, kiamat, News, Religus Tips dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.