Aneka Sikap Publik dan Kenaikan BBM 2012


Aneka Sikap Publik dan Kenaikan BBM 2012

Sekelumitinfo setelah beredarnya Pro dan Kontra Terhadap Kenaikan BBM 2012 dan rapat Paripurna DPR yang membahas Rencana kenaikan BBM 2012 rupanya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merasakan perlunya melakukan suatu Survei terhadap Masyarakat/Publik terhadap rencana Kenaikan BBM 2012 ini.

Dalam Survei yang dilakukan Oleh Lingkaran  Survei Indonesia (LSI) tersebut diungkapkan bahwa 86,6 persen responden menyatakan “Penolakan” terhadap Rencana Kenaikan BBM 2012 ini sedangkan Hanya 11,26 persen yang menyatakan “Setuju” dan sisanya sebanyak 2,14 persen, tidak menjawab.

Lansiran hasil survei LSI ini cukup mencengangkan, mengingat ini tergolong angka penolakan tertinggi sepanjang sejarah kenaikan harga BBM. LSI pernah melakukan tiga kali survei soal kebijakan kenaikan BBM ini, hasilnya: penolakan terhadap kebijakan menaikkan BBM selalu di atas 70 persen. Pada 2005, ada 82,3 persen masyarakat menolak, 2008 ada 75,1 persen, sedangkan 2012 melonjak hingga 86,60 persen.

Melihat angka-angka tersebut, sepertinya pemerintah dan instansi lain yang berkompeten mesti segera melakukan langkah-langkah sosialisasi terpadu dan terarah. Disamping menyiapkan program kompensasi bagi masyarakat tidak mampu yang dipastikan juga akan terkena imbas dari kenaikan harga BBM.

Survei itu dilakukan pada 5-8 Maret 2012 terhadap 440 responden yang dipilih secara random. Menurut Adjie, seluruh responden diberikan handset yang sudah diprogram untuk menjawab survei.

Adjie menjelaskan, responden yang menolak mayoritas di semua segmen ekonomi, lokasi tempat tinggal baik di desa maupun kota, jenis kelamin, level pendidikan, pendukung partai politik, ataupun pendukung calon presiden yang saat ini mencuat.

Tingginya penolakan terhadap kenaikan harga BBM juga terlihat dalam dua survei LSI sebelumnya. Adjie mengatakan, sebesar 82,3 persen responden menolak kenaikan harga BBM ketika suvei tahun 2005 dan sebesar 75,1 persen menolak pada tahun 2008 . “Yang paling ditolak adalah kenaikan harga Premium ketimbang Pertamax, Pertamax Plus, atau solar. Ini lumrah karena berdasar survei LSI, 71,1 persen publik menggunakan premium,” tutur Adjie.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menaikkan harga BBM per 1 April 2012. Pemerintah telah mengajukan usulan kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 1.500 per liter dalam Rancangan APBN Perubahan 2012.

Dalam RAPBN-P 2012, pemerintah mengusulkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok 105 dollar AS per barrel. Namun, pemerintah minta diberi keleluasaan untuk kembali menaikkan harga premium dan solar jika perkembangan ICP mencapai 5 persen di atas asumsi ICP dalam APBN-P 2012. (Sumber Kompas.com)

 

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, kiamat, News, Religus Tips dan tag , , , , , , . Tandai permalink.