Kota Bandar Lampung Bulan Maret 2012 Deflasi 0,21%


Kota Bandar Lampung Bulan Maret 2012 Deflasi 0,21%

Sekelumitinfo pada bulan Maret 2012 kota Bandar Lampung kembali mengalami deflasi

Maret 2012, Kota Bandar Lampung kembali mengalami deflasi. Kelompok bahan makanan; kelompok sandang; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, memberikan andil dalam pembentukan deflasi di Kota Bandar Lampung. Sedangkan kelompok yang memberikan andil menahan laju deflasi pada bulan Maret 2012 yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar; dan kelompok kesehatan. Perubahan harga berbagai komoditi di tujuh kelompok pengeluaran tersebut membentuk deflasi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,21 persen.

Tiga kelompok pengeluaran pada bulan Maret 2012 mengalami penurunan indeks yang menyebabkan deflasi dan empat kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yang menahan laju deflasi. Deflasi di Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke 48 dari 66 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 66 kota, 34 kota yang diamati mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,33 persen, sedangkan inflasi terendah di Malang sebesar 0,01 persen. Dan 32 kota lainnya mengalami deflasi, deflasi tertinggi di Jayapura sebesar 1,44 persen dan terendah terjadi di Pekanbaru 0,03 persen.

Berdasarkan penghitungan indeks harga konsumen (IHK), deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan turun 1,54 persen; kelompok sandang turun 0,41 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga turun 0,22 persen. Sementara kelompok-kelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,90 persen; kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,27 persen; kelompok kesehatan naik 0,17 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar turun 0,09 persen.

Beberapa komoditi yang dominan memberikan andil deflasi diantaranya beras, tomat sayur, telur ayam ras, cumi-cumi segar, pasir, emas perhiasan, penyedap masakan/vetsin, kelapa, ikan selar segar, dan buku tulis bergaris. Inflasi tahun kalender (point to point) Maret 2012 Kota Bandar Lampung adalah sebesar 0,31 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) Maret 2012 sebesar 3,42 persen.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

 

  1. 1.             Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Maret 2012 mengalami deflasi 1,54 persen atau terjadi penurunan indeks dari 154,75 pada Februari 2012 menjadi 152,37 pada Maret 2012. Terjadinya deflasi pada kelompok ini disebabkan oleh turunnya harga pada beberapa komoditi dimana dari sebelas subkelompok dalam kelompok ini, sepuluh subkelompok mengalami deflasi dan satu subkelompok mengalami inflasi. Deflasi terjadi pada subkelompok sayur-sayuran 3,38 persen; padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 3,22 persen; ikan diawetkan 2,93 persen; telur, susu dan hasilnya 1,73 persen; bahan makanan lainnya 1,46 persen; ikan segar 0,92 persen; bumbu-bumbuan 0,81 persen; lemak dan minyak sebesar 0,62 persen; daging dan hasilnya 0,24 persen; dan kacang-kacangan 0,18 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi adalah buah-buahan 1,09 persen.

Kelompok bahan makanan pada Maret 2012 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,4180 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya deflasi diantaranya beras 0,2438 persen, tomat sayur 0,0590 persen, telur ayam ras 0,0398 persen, cumi-cumi segar 0,0370 persen, penyedap masakan/vetsin 0,0240 persen, kelapa 0,0190 persen, ikan selar segar 0,0152 persen, ikan teri asin 0,0128 persen, dan daun singkong 0,0105 persen.

 

  1. 2.       Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Maret 2012 mengalami inflasi 0,90 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 169,44 pada Februari 2012 menjadi 170,96 pada Maret 2012. Dari tiga sub kelompok dalam kelompok ini dua subkelompok mengalami kenikan indeks yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol naik 1,78 persen, dan subkelompok minuman tidak beralkohol naik sebesar 1,27 persen. Adapun subkelompok makanan jadi tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,1830 persen. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah rokok kretek filter sebesar 0,1314 persen, gula pasir sebesar 0,0373 persen, dan rokok kretek sebesar 0,0141 persen.

 

  1. 3.       Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Maret 2012 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 141,11 pada Februari 2012 menjadi 141,24 pada Maret 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami inflasi yaitu perlengkapan rumahtangga naik 1,33 persen dan bahan bakar, penerangan dan air naik 0,12 persen. Sementara dua subkelompok lainnya mengalami deflasi yaitu biaya tempat tinggal turun 0,07 persen dan penyelenggaraan rumahtangga turun 0,02 persen.

Pada Maret 2012 kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0214 persen. Komoditi yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah kontrak rumah sebesar 0,0186 persen, lemari pakaian sebesar 0,146 persen, dan bahan bakar rumahtangga sebesar 0,0088 persen.

 

  1. 4.       S a n d a n g

Kelompok sandang pada Maret 2012 mengalami deflasi sebesar 0,41 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 140,68 pada Februari 2012 menjadi 140,11 pada Maret 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok sandang, tiga subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok sandang laki-laki, sandang wanita dan sandang anak-anak. Sementara satu subkelompok penurunan indeks atau deflasi yaitu barang pribadi dan sandang lainnya turun 1,10 persen.

Kelompok sandang pada Maret 2012 secara keseluruhan memberikan andil deflasi sebesar 0,0243 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah emas perhiasan.

 

  1. 5.       Kesehatan

Kelompok kesehatan pada Maret 2012 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen, atau mengalami kenaikan indeks dari 126,73 pada Februari 2012 menjadi 126,94 pada Maret 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok kesehatan, dua subkelompok tidak mengalami perubahan indeks dan dua subkelompok mengalami kanaikan indeks yaitu subkelompok obat-obatan naik sebesar 0,72 persen dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika naik sebesar 0,14 persen.

Kelompok kesehatan pada Maret 2012 secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,0059 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah obat gosok, obat flu, dan pembersih/penyegar.

 

  1. 6.       Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Maret 2012 mengalami deflasi sebesar 0,22 persen, atau mengalami penurunan indeks dari 139,70 pada Februari 2012 menjadi 139,39 pada Maret 2012. Dari lima subkelompok dalam kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, empat subkelompok tidak mengalami perubahan indeks dan satu subkelompok mengalami penurunan indeks yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan turun sebesar 1,72 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Maret 2012 secara keseluruhan memberikan andil deflasi sebesar 0,0128 persen. Komoditi yang memberikan andil deflasi dikelompok ini adalah buku tulis bergaris.

 

  1. 7.         Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Maret 2012 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, atau mengalami kenaikan indeks dari 103,24 pada Februari 2012 menjadi 103,52 pada Maret 2012. Dari empat subkelompok yang ada di kelompok ini ada satu yang mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok transport mengalami inflasi 0,38 persen, sementara tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada Maret 2012 memberikan andil inflasi 0,0342 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi adalah sepeda motor dan bensin (pertamax). (Sumber Bps Provinsi Lampung)

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, News dan tag , , , , , , . Tandai permalink.