PKS Kabur dari Koalisi??


PKS Kabur dari Koalisi??

Sekelumitinfo setelah manuver politik terkait dengan rencana Kenaikan BBM 2012 yang akhirnya ditunda pelaksanaannya.  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan akan mengundurkan diri  dari gabungan Partai Koalisi. Berikut berita hari ini dari JPNN

 

Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak lagi menjadi bagian dari partai anggota koalisi belum disampaikan secara langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketua sekretariat gabungan (Setgab). Meski begitu, formasi koalisi yang baru tengah disiapkan untuk mendukung jalannya pemerintahan.

“Perhatian utama Presiden SBY saat ini adalah menyusun kembali formasi koalisi yang lebih rapi dan dapat diandalkan,” tutur Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, Rabu (4/4).

Menurut Daniel, saat ini merupakan waktu yang krusial bagi presiden untuk memastikan koalisi yang efektif, baik di parlemen maupun di kabinet. “Presiden SBY berpandangan bahwa koalisi yang rapuh hanya akan menimbulkan masalah bagi jalannya pemerintahan,” kata peraih gelar doktor di Flinders University, Australia, itu.

Kondisi selama dua tahun terakhir, lanjut dia, dinilai banyak merepotkan. Nah, saat ini merupakan waktu untuk meluruskannya. “Ini saatnya pula bagi Presiden SBY memimpin koalisi yang walau sedikit lebih ramping, lebih mampu mengawal kebijakan pemerintahan SBY-Boediono,” urai Daniel.

Sebelumnya, Setgab yang merupakan gabungan partai-partai koalisi minus PKS melakukan pertemuan di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Selasa malam (3/4). Setelah pertemuan, Sekretaris Setgab Syarif Hasan mengungkapkan, peserta rapat sepakat bahwa sikap PKS merupakan bentuk pelanggaran kontrak koalisi. Yakni, ketika memilih opsi menolak kenaikan harga BBM dalam sidang paripurna DPR akhir pekan lalu.

Meski menolak disebut PKS dikeluarkan dari koalisi, Syarif mengatakan bahwa jumlah parpol koalisi tinggal lima. “Jumlah anggota koalisi sekarang ini ada lima, soalnya yang masih bersama-sama,” katanya.

Ditemui sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Menko Kesra Agung Laksono yang juga wakil ketua umum Partai Golkar menolak disebut adanya desakan dari parpol koalisi agar PKS mendapatkan sanksi. “Nggak ada. Kita nggak ngurusin partai lain. Nggak etis. Itu urusan antara presiden dan partai masing-masing,” kata Agung.

Sumber Berita http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=123244

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, kiamat, News, Religus Tips, Uncategorized dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.