Inflasi Bandar Lampung Bulan April 2012 Makin..


Inflasi Bandar Lampung Bulan April 2012 Makin..

Berita Resmi Statistik No. 02/03/18/Th.XII, 1 Mei 2012

April 2012, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi setelah dua bulan sebelumnya mengalami deflasi. Kelompok bahan makanan; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; kelompok sandang; kelompok kesehatan; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar memberikan andil dalam pembentukan inflasi di Kota Bandar Lampung. Sedangkan kelompok yang memberikan andil menahan laju inflasi pada bulan April 2012 yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga. Perubahan harga berbagai komoditi di tujuh kelompok pengeluaran tersebut membentuk inflasi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,40 persen.
Enam kelompok pengeluaran pada bulan April 2012 mengalami kenaikan indeks yang menyebabkan inflasi dan satu kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yang menahan laju inflasi. Inflasi di Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke 18 dari 66 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 66 kota, 52 kota yang diamati mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 1,76 persen, sedangkan inflasi terendah di Bengkulu sebesar 0,03 persen. Dan 14 kota lainnya mengalami deflasi, deflasi tertinggi di Tarakan sebesar 0,51 persen dan terendah terjadi di Banjarmasin 0,01 persen.
Berdasarkan penghitungan indeks harga konsumen (IHK), inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan naik 0,99 persen; kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,43 persen; kelompok sandang naik 0,34 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,21 persen; kelompok kesehatan naik 0,18 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,01 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami penurunan indek sebesar 0,22 persen.
Beberapa komoditi yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya bawang putih, cabe merah, kangkung, tarif parkir, gula pasir, pepaya, cumi-cumi segar, sewa rumah, udang basah, dan bawang merah. Inflasi tahun kalender (point to point) April 2012 Kota Bandar Lampung adalah sebesar 0,71 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) April 2012 sebesar 3,93 persen.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada April 2012 mengalami inflasi 0,99 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 152,37 pada Maret 2012 menjadi 153,88 pada April 2012. Terjadinya inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh naiknya harga pada beberapa komoditi dimana dari sebelas subkelompok dalam kelompok ini, lima subkelompok mengalami inflasi, lima subkelompok mengalami deflasi, dan subkelompok bahan makanan lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan 11,48 persen; ikan diawetkan 2,14 persen; ikan segar 1,97 persen; buah-buahan 1,78 persen; sayur-sayuran 0,85 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi adalah telur, susu dan hasilnya 1,22 persen; padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,37 persen; lemak dan minyak sebesar 0,35 persen; daging dan hasilnya 0,26 persen; dan kacang-kacangan 0,06 persen . Kelompok bahan makanan pada April 2012 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2654 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya inflasi diantaranya bawang putih 0,0883 persen, cabe merah 0,0801 persen, kangkung 0,0483 persen, pepaya 0,0355 persen, cumi-cumi segar 0,0230 persen, udang basah 0,0189 persen, bawang merah 0,0187 persen, ikan kembung segar 0,0180 persen, dan pisang 0,0146 persen.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada April 2012 mengalami inflasi 0,21 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 170,96 pada Maret 2012 menjadi 171,32 pada April 2012. Dari tiga sub kelompok dalam kelompok ini dua subkelompok mengalami kenikan indeks yaitu subkelompok minuman tidak beralkohol naik sebesar 1,36 persen dan subkelompok makanan jadi naik 0,03 persen. Adapun subkelompok tembakau dan minuman beralkohol tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,0433 persen. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah gula pasir sebesar 0,0407 persen dan coklat batang 0,0026 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada April 2012 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 141,24 pada Maret 2012 menjadi 141,26 pada April 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami inflasi yaitu penyelenggaraan rumahtangga naik 0,95 persen dan bahan bakar, penerangan dan air naik 0,05 persen. Sementara dua subkelompok lainnya mengalami deflasi yaitu biaya tempat tinggal turun 0,19 persen dan perlengkapan rumahtangga turun 0,02 persen. Pada April 2012 kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0039 persen. Komoditi yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah sewa rumah sebesar 0,0217 persen dan upah pembantu rumahtangga sebesar 0,0181 persen.
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada April 2012 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 140,11 pada Maret 2012 menjadi 140,58 pada April 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok sandang, tiga subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok sandang laki-laki, sandang wanita dan sandang
Berita Resmi Statistik No. 02/04/18/Th.XII, 1 Mei 2012
4
anak-anak. Sementara satu subkelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi yaitu barang pribadi dan sandang lainnya naik 0,92 persen. Kelompok sandang pada April 2012 secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,0201 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah emas perhiasan.
5. Kesehatan
Kelompok kesehatan pada April 2012 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen, atau mengalami kenaikan indeks dari 126,94 pada Maret 2012 menjadi 127,17 pada April 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok kesehatan, tiga subkelompok tidak mengalami perubahan indeks dan satu subkelompok mengalami kanaikan indeks yaitu subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika naik sebesar 0,42 persen. Kelompok kesehatan pada April 2012 secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,0062 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah shampo dan deodorant.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada April 2012 mengalami deflasi sebesar 0,04 persen, atau mengalami penurunan indeks dari 139,39 pada Maret 2012 menjadi 139,33 pada April 2012. Dari lima subkelompok dalam kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, empat subkelompok tidak mengalami perubahan indeks dan satu subkelompok mengalami penurunan indeks yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan turun sebesar 0,36 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada April 2012 secara keseluruhan memberikan andil deflasi sebesar 0,0027 persen. Komoditi yang memberikan andil deflasi dikelompok ini adalah buku tulis bergaris.
7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada April 2012 mengalami inflasi sebesar 0,43 persen, atau mengalami kenaikan indeks dari 103,52 pada Maret 2012 menjadi 103,972 pada April 2012. Dari empat subkelompok yang ada di kelompok ini ada dua subkelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok sarana dan penunjang transport mengalami inflasi 3,48 persen dan subkelompok transport 0,11 persen, sementara dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada April 2012 memberikan andil inflasi 0,0568 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi adalah tarif parkir (berdasarkan Perda No. 05 Tahun 2011 tanggal 12 Mei 2011) dan bensin (pertamax).

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, News dan tag , , , , . Tandai permalink.