Aura Kata Kita, Dia, Lo, Gue


Aura Kata Kita, Dia, Lo, Gue

Sekelumitinfo Kata kita, Dia,Lo dan Gue sudah kita kenal dan sangat sering kita pergunakan dalam kehidupan sehari-hari.  Aura kata kata tersebut khususnya kata Dia,Lo,Gue selama ini dianggap sebagai bahasa kasar yang terbentuk dari percakapan sehari hari di ibu Kota jakarta.

Tapi sebenarnya dibalik semua anggapan tersebut bila digali lebih mendalam kata kata Kita,Dia,Lo,Gue tersebut sangat Erat kaitannya dengan kata “Toleransi” Naaah berikut adalah arti kata “Kita,Dia,Lo,Gue” yang erat kaitannya dengan kata “Toleransi” yang sekelumitinfo dapatkan dari blog sahabat yang membahas masalah Toleransi yaitu MembumikanToleransi.

Sebetulnya, rangkaian kata yang tak membentuk kalimat ini sengaja disusun demikian untuk menggabungkan dua penafsiran yang berbeda, namun terkait. Pertama adalah jelas hanya bermakna literal dari kata-kata tersebut, yaitu “Kita” yang terdiri dari “dia, kamu dan aku”. Lalu apa implikasinya bila “kita” merangkul ketiga subyek yang lain?  Tentu tak banyak faedah bila memaknainya hanya sebatas kata-kata. Namun, bila “kita” dimaknai sebagai keseluruhan dari setiap subyek yang ada di dunia atau mungkin seluruh makhluk yang ada di dunia, maka rangkaian ini akan berarti lain.

Kelainan arti itu terletak pada pengakuan atas persaudaraan setiap insan dan makhluk, tanpa sekat dan jarak yang memisahkan. Bandingkan tatkala “kita” berbicara atau mengimbau kepada sejumlah rekan untuk melakukan sesuatu, dengan menggunakan “Aku harap kamu semua berkomitmen terhadap organisasi ini!” dengan suatu ungkapan “Aku harap kita semua berkomitmen terhadap organisasi ini!”. Adakah perbedaan di antara keduanya? Tentu kita semua tahu jawabannya.

Ini cuma suatu tamsil. Lebih dari sekedar ungkapan kata-kata, “Kita” mendorong sebuah sikap universal untuk saling mengasihi dan menyayangi seluruh umat manusia, tanpa mengenal latar belakang apapun, baik agama, ras, suku, budaya atau bangsa. Untuk itu pula, memaknai “Dia, Lo, Gue” dengan “Kita”, sama halnya memandang bahwa manusia adalah setara dan sama.

Lalu apa penafsiran kedua dari rangkaian kata ini?

Pertama, hilangkan tanda strip ( – )  yang ada di antara “Dia, Lo, Gue”, maka rangkaian kata ini akan menjadi “Dialogue”. Tentu rekan semua sudah dapat memahami apa yang dimaksud dari kata tersebut, yang dikenal dalam bahasa Indonesia dengan Dialog.

Artinya, untuk membentuk sebuah pemahaman yang sama terhadap sesuatu dan membentuk suatu kesatuan kesadaran dalam “Kita”, setiap orang, dia, kamu dan aku, harus melakukan dialog secara terus-menerus. Tanpa adanya dialog, setiap insan tentu hanya akan berpijak pada pemahaman dirinya sendiri dan menempatkan insan lain di bilik yang berbeda-beda. Bukankah suatu konflik agama dimulai dari adanya streotipe terhadap kelompok agama/keyakinan tertentu? Dan, tentunya, streotipe itu muncul dari ketidaktahuan dan ketidakmampuan untuk memahami satu sama lain, di antaranya disebabkan dari tertutupnya ruang-ruang dialog antar pihak.

Menyimak Hal tersebut di atas Sekelumitinfo Saluut untuk sang pencipta Kata “Dia,Lo,Gue” yang ternyata memiliki Philosofi yang mendalam buat reader yang membaca kalau ada tolong kasih info Siapa Pencipta atau Pencetus Kata “Dia,Lo,Gue” ????

 

Iklan

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, Hobby, info, News, Phenomenal dan tag , , , , , , . Tandai permalink.