Finger Print ,Reformasi Birokrasi dan DPR


Finger Print,Reformasi Birokrasi dan DPR

Kaget juga membaca berita bahwa Sistem Absensi Finger Print yang digunakan untuk memantau kehadiran Pegawai/Karyawan dalam rangka Penegakan Disiplin di kalangan Pegawai; khususnya bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Era Reformasi Birokrasi ternyata Menuai Protes dari Para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sebetulnya Protes walaupun dengan tidak terang terangan terhadap penggunaan sitem Absensi menggunakan Finger Print juga terjadi di Dinas/Instansi yang sudah memberlakukan Absensi Finger Print dalam rangka melaksanakan Reformasi Birokrasi, Dalam Rangka Memperoleh Tunjangan Kinerja ataupun Remunerasi yang sesuai dengan Hasil Penilaian KemenpanRB atas kinerja Dinas /Instansi lembaga Departemen yang bersangkutan.

Sejumlah anggota DPR protes dengan penggunaan sistem absen baru ini. Salah satunya adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura, Akbar Faisal.

“Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pegawai pabrik-pabrik. Saya tidak protes pekerjaan saya diawasi bisa dilihat masih banyak teman-teman di sini yang rajin kepada paripurna,” kata Akbar dalam interupsinya.

“Maka itu pimpinan saya berharap kalau ini langkah berani maju ini kalau boleh dikatakan maju maka kita perlakukan semua sama, menteri kabinet termasuk Istana Negara,” usul Akbar.

Hal di atas menurut Detik.News terjadi pada saat Rapat Paripuna DPR yg membahas masalah pengesahan RUU Veteran RI dan RUU Industri Pertahanan.  Dalam Rapat Paripurna ini dari sebanyak 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat; yang hadir hanya 327 orang atau kalau dipersentasekan tingkat kehadiran Anggota dewan Perwakilan Rakyat untuk Rapat Paripurna Selasa (2/10/2012) hari ini adalah 58,39 persen.

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, News, Religus Tips dan tag , , , , , . Tandai permalink.