Inflasi Kota Bandar Lampung Bulan September 2012


Inflasi Kota Bandar Lampung Bulan September 2012

Tingkat inflasi kota Bandar Lampung pada Bulan September 2012 ini adalah sebesar 0,32 persen. Inflasi Kota Bandar Lampung pada bulan September 2012 ini menempati Urutan ke 7 dari 66 Kota Pengamatan diseluruh Indonesia, dan urutan ke 4 untuk Inflasi di Pulau Sumatera.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

 1.             Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada September 2012 mengalami inflasi 0,12 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 163,91 pada Agustus 2012 menjadi 164,10 pada September 2012. Terjadinya inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh naiknya harga pada beberapa komoditi dimana dari sebelas subkelompok dalam kelompok ini, lima subkelompok mengalami inflasi dan enam subkelompok mengalami deflasi. Inflasi terjadi pada subkelompok buah-buahan naik 3,59 persen; sayur-sayuran 3,52 persen; padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 2,29 persen; ikan diawetkan naik 1,98 persen; dan kacang-kacangan naik 0,22 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi adalah bumbu-bumbuan turun 5,34 persen; lemak dan minyak 2,24 persen; daging dan hasilnya 1,79 persen; telur, susu dan hasilnya 1,60 persen; ikan segar 1,55 persen; dan bahan makanan lainnya 1,44 persen.

Kelompok bahan makanan pada September 2012 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0321 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya inflasi diantaranya beras 0,1639 persen, sawi hijau 0,0481 persen, tomat buah 0,0460 persen, daun singkong 0,0345 persen, tempe 0,0306 persen, jeruk 0,0262 persen, kangkung 0,0204 persen, daging sapi 0,0182 persen, dan ikan tongkol 0,0103 persen.

 2.       Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada September 2012 mengalami inflasi 0,73 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 173,06 pada Agustus 2012 menjadi 174,33 pada September 2012. Dari tiga sub kelompok dalam kelompok ini dua subkelompok mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok makanan jadi naik 1,62 persen dan subkelompok minuman tidak beralkohol naik 0,01 persen. Adapun subkelompok tembakau dan minuman beralkohol tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,1491 persen. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah nasi (rames), roti manis, dan ikan bakar.

3.       Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada September 2012 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 141,91 pada Agustus 2012 menjadi 142,03 pada September 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan dan air naik 0,30 persen; dua subkelompok mengalami deflasi yaitu subkelompok perlengkapan rumahtangga turun 0,02 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga turun 0,02 persen; dan satu subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok biaya tempat tinggal.

Pada September 2012 kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0204 persen. Komoditi yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah bahan bakar rumah tangga dan lampu TL/neon.

 4.       S a n d a n g

Kelompok sandang pada September 2012 mengalami inflasi sebesar 1,50 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 143,80 pada Agustus 2012 menjadi 145,95 pada September 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok sandang, tiga subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok sandang laki-laki, subkelompok sandang wanita, dan subkelompok anak-anak. Sementara satu subkelompok lainnya mengalami kenaikan indeks atau inflasi yaitu subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya naik 4,15 persen.

Kelompok sandang pada September 2012 secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,0890 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah emas perhiasan.

 5.       Kesehatan

Kelompok kesehatan pada September 2012 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen, atau mengalami penurunan indeks dari 130,73 pada Agustus 2012 menjadi 130,69 pada September 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok kesehatan, dua subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitusubkelompok obat-obatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani. Satu subkelompok mengalami kanaikan indeks yaitu subkelompok jasa kesehatan naik 0,42 persen, satu subkelompok mengalami deflasi yaitu subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika turun 0,38 persen.

Kelompok kesehatan pada September 2012 secara keseluruhan memberikan andil deflasi sebesar 0,0011 persen. Komoditi yang memberikan andil deflasi dikelompok ini adalah shampo dan sabun mandi.

 6.       Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada September 2012 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen, atau mengalami kenaikan indeks dari 146,57 pada Agustus 2012 menjadi 146,63 pada September 2012. Dari lima subkelompok dalam kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, empat subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok pendidikan, subkelompok kursus-kursus/pelatihan, subkelompok olahraga, dan subkelompok rekreasi. Satu subkelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan naik sebesar 0,33 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada September 2012 secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,0024 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah Personal Computer/desktop.

7.         Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada September 2012 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen, atau mengalami kenaikan indeks yaitu dari 104,05 pada Agustus 2012 menjadi 104,32 pada September 2012. Dari empat subkelompok dalam kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan ini, satu subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok jasa keuangan; satu subkelompok mengalami deflasi yaitu  komunikasi dan pengiriman sebesar turun 0,12 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya mengalami inflasi yaitu subkelompok transport naik 0,03 persen dan subkelompok sarana dan penunjang transport naik 2,41 persen.

Kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan pada September 2012 secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,0321 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi dikelompok ini adalah pemeliharaan/service (motor), perbaikan ringan kendaraan (mobil), ban dalam motor, ang

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, News dan tag , , , , , , . Tandai permalink.