Eksekusi Import Gunakan Data BPS ??


Eksekusi Import Gunakan Data BPS ??

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam waktu dekat rencananya akan bertemu dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membahas masalah Eksekusi Kebijakan Import yang akan menggunakan data dari BPS sebagai satu satunya Acuan; ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi sewaktu terjadinya perbedaan DATA antar berbagai Departemen/Lembaga mengenai Stok Pangan beberapa waktu yang lalu.

“Harusnya ya tahun depan, termasuk untuk alokasi impor juga sudah bisa pakai data BPS,” ujar Enggar kepada Bisnis, Selasa (2/8).

Namun demikian hendaknya pihak BPS juga Bersiap Diri demikian diungkapkan oleh Direktur Penelitian Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dan Ketua Departemen Ekonomi, Centre For Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. Dengan demikian jika keputusan ini disepakati, setiap kementerian pun wajib berkomitmen mengalokasikan dana pengumpulan data ke BPS.

 Bagi BPS sendiri hal ini merupakan  Khabar baik sekaligus sebagai tantangan , harapan itu sudah menjadi angan-angan sejak dulu agar data dan informasi yang kita hasilkan bisa menjadi rujukan untuk semuanya dan baru pada era Jokowi hal itu akan terwujud, semoga saja kita selaku aparat BPS mampu menghasilkan data sesuai yang diharapkan oleh semua pihak dan keakuratan dan obyektifitasnya tidak diragukan, semoga keinginan Bapak Presiden Jokowi bisa memacu semangat kita untuk berbuat dan meakukan pendataan secara benar dan akurat.
Menurut UU Statistik, BPS hanya wajib untuk data dasar, sedangkan data sektoral merupakan kewajiban Instansi yang mengurusi sektor tersebut.  Namun saat ini masih banyak data sektoral yang dikumpulkan oleh BPS dan oleh Instansi/K/L.  Mungkin ini yang perlu ditegaskan pelaksanaannya apakah harus dilakukan oleh BPS atau oleh Instansi/K/L dengan bimbingan metodologi dari BPS? (nampaknya perlu adanya perubahan di UU statistik).  Kemudian saya setuju dengan pendapat sebelumnya bahwa jika semua data pokok/strategis harus berasal dari BPS maka perlu disesuaikan anggarannya agar BPS dapat melaksanakan amanah tersebut.  Semoga BPS semakin professional

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di berita, info, News, Uncategorized. Tandai permalink.

Silahkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s