Aneka Cerita Lucu Mukidi


Aneka Cerita Lucu Mukidi

Mukidi mendadak jadi seleb yang kisah humornya dikutip di mana-mana. Entah siapa yang membuat ceritanya, yang kadang ditulis dalam bahasa Indonesia, kadang Jawa.

Tokoh Mukidi juga tidak begitu jelas, kadang dia orang Jakarta, kadang orang Jawa, kadang Madura. Dia kadang digambarkan masih duduk di bangku sekolah dasar, kadang sudah dewasa, kadang sudah kakek-kakek.

  1. Mukidi dan dokter masalah kondom   : Dokter : “Bapak tau cara membuat sarung tangan karet yang sedang saya pakai ini?”
    Mukidi : “Tidak dok…”
    Jawab Mukidi sambil memberi isyarat dengan tangannya.
    Dokter : “Begini Pak.. Karet mentah direbus sampai meleleh lalu pegawai pabrik rame2 mencelupkan tangan kedalam cairan karet itu. Setelah itu tangan segera diangkat untuk diangin-anginkan. Tak lama kemudiaan jadilah sarung tangan seperti ini.”
    Mukidi tersenyum mendengar penjelasan sang dokter. Beberapa saat kemudian Mukidi tertawa terpingkal-pingkal. Dokter heran dan bertanya.
  2. Mukidi nyari uang kembalian Wanita Madura : Cak Mukidi ke pasar, mau kulineran rujak cingur yang penjualnya ibu-ibu asal Madura bertubuh montok bernama Bu Markonah.Buk, rujak satu, berapa?” tanya Cak Mukidi.

    “Sepoloh rebu..cak..,” kata Bu Markonah.

    Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000. Markonah bilang, “Cak… tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya,” kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.
    Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. “Nggak ada..Bu.” kata Cak Mukidi.
    Buk Markonah kasih instruksi, “Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri.”
    Cak Mukdi: “Nggak ada…Buk.”
    “Ya sudah,” kata Buk Markonah.
    “Lah terus mana kembalian saya????” tanya Cak Mukidi bingung.
    Buk Markonah dengan enteng berkata, “Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis.”
    Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir mendengar Bu Markonah

  3. Mukidi dan Gajah :
    Guru: "Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?".
    
    Mukidi berdiri dan menjawab : "Gajah, bu guru !"
    
    Guru: "Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf 'D' ?"
    
    Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri :"Dua gajah, Bu Guru..."
    
    ....gerrr sak kelas
    
    Guru :"Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !
    
    Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf "M"?  
    
    Semua murid diam.
    
    Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang "Mungkin Gajah..."
    
    Guru:"Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !"  
    
    Mukidi keluar dengan suuedihhh. Guru melanjutkan.
    
    Guru :"Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf "J"?
    
    semua diam.
    
    Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas
    
    Mukidi : "Jangan-jangan Gajah"
    
    Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang....
    
    Guru : "Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?"
    
    Sekali lagi semua murid terdiam.
    
    Tiba-tiba HP bu Guru berdering.
    
    Guru: "Ya hallo..."
    
    HP : 'Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah"
  4. Mukidi Ketiduran di Bioskop ;Jam 8 pagi di kantor bioskop.

    Kriiiiing! telpon di meja kantor bioskop XXl berbunyi.

    Mukidi : “Halloow mas…. sy mau nanya, bioskop buka jam brp…. ?”

    Penjaga : “Jam  satu mas.

    Mukidi : “Bisa buka jam sembilan tidak mas?”

    Penjaga : “Gak bisa. Biasa jam satu bukanya.”

    Jam 11, telepon bunyi lagi.

    Mukidi : “Hallow….. Jam brp bukanya bioskop?”

    Penjaga : “Kamu yg telpon td ya mas? Kan sdh dikasih tau.. bukanya jam 1”

    Mukidi : “Jam 12 tdk bisa, mas?”

    Penjaga : “Tdk bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!”

    Mukidi : “Nawar sedikit saja mas. Gak apa2 sdh, setengah satu saja ya?”

    Penjaga : [dongkol] “Sebenarnya km mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?”

    Mukidi : [sambil menangis] “Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong, mas, bukakan pintunya. Saya pingin pulang.”

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di aneka, Lucu, News, Phenomenal, Uncategorized. Tandai permalink.

Silahkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s