ANEKA KEANEHAN PENANGANAN KASUS AHOK PENISTA ALQUR’AN


ANEKA KEANEHAN PENANGANAN KASUS AHOK PENISTA ALQUR’AN

Proloque:

27 September 2016, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam sebuah acara dinas di Kepulauan Seribu menistakan al Quran. Menurut dia, orang-orang yang tidak memilihnya pada Pilkada Februari 2017 nanti, telah dibohongi dengan surat al Maidah ayat 51.

Atas jasa Buni Yani, video penistaan itu akhirnya menjadi viral. Netizen marah. Ummat Islam marah. Beberapa Elemen Masyarakat melaporkan permasalahan Penista Alqur’an Kepada POLRI Melalui Kabareskrim

Mereka menggelar aksi massal. Aksi Damai Bela Islam I yang digelar 14 Oktober 2106, ba’da shalat Jumat dari masjid Istiqlal. Bukan hanya di Jakarta, tapi di seantero Indonesia terjadi serupa. Bahkan juga di belahan dunia lainnya. Tuntutan ummat Islam satu, tangkap dan adili penista al Quran dan penghina ulama.

Karena dirasa Penanganan Laporan Penistaan Agama tidak ada perkembangan Penanganannya setelah Aksi Damai I maka Beberapa Ulama dan tokoh merasa perlu meminta kepada Presiden Agar Memerintahkan secara langsung  Kapolri untuk segera memproses Ahok Penista Agama dengan Rencana Menggelar Aksi Damai Bela Islam II dengan mengunjungi Istana Negara untuk bertemu Langsung Dengan Presiden pada Tanggal 4 November 2016.

Berikut adalah Aneka Keanehan Penanganan Kasus Kasus Ahok Penista Alqur’an

yang sekelumitinfo ambil dari http://www.visimuslim.net/2016/11/ada-apa-dengan-kapolri.html?m=1

1. Ketika awal umat ramai membuat pengaduan melaporkan Ahok, Polri menolak dengan alasan perlu melampirkan fatwa MUI.
2. Fatwa MUI keluar, umat melaporkan Ahok lagi dengan lampiran fatwa MUI, termasuk dengan Aksi Bela Islam 1. Laporan masih belum ditindaklanjuti. Alasannya harus izin presiden. Makanya diumumkan Aksi Bela Islam 2  akan diadakan dengan sasaran presiden, karena dalih Polri perlu izin presiden.
3. Setelah dibantah Mahfud MD bahwa aturan perlu izin presiden untuk memeriksa pejabat negara sudah dicabut masih juga lambat proses hukumnya walaupun dijanjikan akan segera diusut.
4. Ketika Ahok akhirnya datang ke Bareskrim, kejadiannya dibuat simpang siur antara diperiksa atau klarifikasi saja dari Ahok. Antara dipanggil atas perintah Polri dengan insiatif Ahok sendiri. Kapasitas kedatangannya sebagai saksi. Ketidakjelasan ini seolah konsumsi informasi untuk 2 sasaran: 1) kepada partai pengusung dan penyandang dana Ahok dikesankan Ahok datang hanya untuk klarifikasi (sangat terhormat), 2) untuk pelapor Ahok, infonya Ahok yang dipanggil ke kantor polisi (sesuai aspirasi umat)
5. Ketika Aksi Bela Islam 2 sudah kurang dari 10 hari, upaya penggembosan massa dilakukan Polri dengan menebar opini adanya ancaman terorisme terjadi saat hari H
 6. Hari-hari berikutnya keluar ancaman untuk tembak ditempat bagi perusuh 4 November (oleh Kapolda Metro Iriawan). Nanti setelah banyak dikritik termasuk oleh anggota DPR dan TNI, baru info instruksi tembak di tempat dibantah dan antusiasme masa dari berbagai daerah sangat besar akan ke Jakarta pada 4 November.

7. Brimob membuat status Siaga 1. Jajaran polri di daerah dikerahkan untuk mendatangi tokoh/pemimpin ormas/lembaga pendidikan Islam. Polri bergerak di berbagai kota/kabupaten. Seperti pengakuan pimpinan Muhammadiyah Semarang, beliau dilobi agar tdk mengerahkan massa ke Jakarta. Tetapi kemungkinan Intelkam Polri tetap melaporkan antusiasnya massa daerah menuju Jakarta. Panitia mengajukan pemberitahuan aksi ke pihak Polri dengan kalkulasi massa lebih dari 100ribu.
8. Mata Najwa MetroTV jadi panggung bagi Tito untuk menciptakan ketakutan lanjutan dan menggembosi aksi. Isu ISIS, kelompok radikal dan khilafah dituding akan menyusup dalam aksi 4 November.
9. 4 November diperkirakan setengah juta sampai dua juta berkumpul jadi lautan manusia. Aksi berlangsung damai dan tertib dari seusai Sholat Jumat sampai adzan Isya. Rusuh besar diawali tembakan dan lemparan gas air mata ke tengah massa yang sedang berdoa duduk tertib (sudah banyak video bukti tersebar), selanjutnya beberapa peserta aksi ditabrak dan digilas dengan motor, bahkan ditembak peluru karet.
Para ustadz, habib, dan peserta aksi bertahan di tengah chaos. Pembakaran dua mobil Brimob menciptakan opini di media “aksi berakhir dengan rusuh”. Meski Kapolri berteriak kepada anak buahnya untuk menghentikan tembakan, namun seruan itu tidak digubris. Seolah ada komando lain dan sandiwara yang dimainkan.
10. Saat moment aksi Tito menyampaikan sikapnya tentang ucapan Ahok sebagaimana dirilis berbagai media. Salah satunya http://m.liputan6.com/news/read/2644597/kapolri-bukan-membela-ahok-tidak-bermaksud-menistakan-agama
11. Setelah Presiden mengumumkan akan menuntaskan kasus Ahok secara cepat dan transparan, Tito merancang gelar perkara sebelum dibawa ke pengadilan. Jika dalam gelar perkara tersebut Ahok diputuskan tidak melanggar hukum, maka kasus ditutup.
Perjuangan Tito membela Ahok beberapa minggu terakhir memang luar biasa. Tidak mengherankan, sebab sejarah hubungan keduanya memang penuh dengan ‘kemesraan’ (silakan googling: kemesraan Ahok dan Tito Karnavian). [erte]

 

Tentang vidona

Like,s Korean Love Indonesian News Update religius
Pos ini dipublikasikan di aneka, berita, info, kiamat, News, pilkada, Uncategorized dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Silahkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s