“BPS” Pelopor Data terpercaya untuk semua


Visi BPS Pelopor Data terpercaya untuk Semua tampaknya makin jelaa dan makin terlihat progresnya.

Badan Pusat Statistik sebagai instansi yg bertugas dalam bidang perstatistikan nampaknya akan semakin bersinar auranya.

Setelah Presiden Jokowi yg sempat mengungkapkan beraneka ragamnya sumber data dan mengharapkan agar ada kesatuan data serta mengisyaratkan agar tdk ada lagi instansi lain yg melakukan proyek pengumpulan data, maka isyarat ini langsung  ditindaklanjuti oleh BAPENAS .

Makin dipercaya makin bermakin….http://m.antaranews.com/berita/557509/bappenas-hanya-akan-biayai-program-survei-bps

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Aneka Peristiwa Heboh Demo Besar Kita Indonesia 412


Aneka Peristiwa Heboh Demo Besar Kita Indonesia 412

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Dipublikasi di berita, info, News, Phenomenal, pilkada, religius, Religus Tips, Uncategorized | Meninggalkan komentar

Aneka Tuntutan Aksi Bela Islam


Aneka Tuntutan Aksi Bela Islam

AKSI BELA ISLAM III
AKSI BELA AGAMA & NEGARA

Sejak AKSI BELA ISLAM I – 1410, lalu AKSI BELA ISLAM II – 411, hingga akan digelar AKSI BELA ISLAM III – 212, mata rakyat Indonesia yang heterogen semakin terbuka lebar akan BAHAYA yang sedang mengancam NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga Bangsa Indonesia dari berbagai suku dan agama sepakat :

1. Stop Penistaan Agama
2. Stop Kebangkitan PKI
3. Stop Gerakan Neolib
4. Stop Penjualan Saham BUMN kepada Asing.
5. Stop Kepemilikan Tanah dan Pemukiman kepada Asing.

15192681_769927876479071_9112402792723141072_n

AKSI BELA ISLAM III BELA AGAMA DAN NEGARA

 

Dipublikasi di aneka, berita, kiamat, News, Phenomenal, pilkada, pilkada aceh, pilkada banten, pilkada bengkulu, religius, Religus Tips, Uncategorized | Meninggalkan komentar

ANEKA KEANEHAN PENANGANAN KASUS AHOK PENISTA ALQUR’AN


ANEKA KEANEHAN PENANGANAN KASUS AHOK PENISTA ALQUR’AN

Proloque:

27 September 2016, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam sebuah acara dinas di Kepulauan Seribu menistakan al Quran. Menurut dia, orang-orang yang tidak memilihnya pada Pilkada Februari 2017 nanti, telah dibohongi dengan surat al Maidah ayat 51.

Atas jasa Buni Yani, video penistaan itu akhirnya menjadi viral. Netizen marah. Ummat Islam marah. Beberapa Elemen Masyarakat melaporkan permasalahan Penista Alqur’an Kepada POLRI Melalui Kabareskrim

Mereka menggelar aksi massal. Aksi Damai Bela Islam I yang digelar 14 Oktober 2106, ba’da shalat Jumat dari masjid Istiqlal. Bukan hanya di Jakarta, tapi di seantero Indonesia terjadi serupa. Bahkan juga di belahan dunia lainnya. Tuntutan ummat Islam satu, tangkap dan adili penista al Quran dan penghina ulama.

Karena dirasa Penanganan Laporan Penistaan Agama tidak ada perkembangan Penanganannya setelah Aksi Damai I maka Beberapa Ulama dan tokoh merasa perlu meminta kepada Presiden Agar Memerintahkan secara langsung  Kapolri untuk segera memproses Ahok Penista Agama dengan Rencana Menggelar Aksi Damai Bela Islam II dengan mengunjungi Istana Negara untuk bertemu Langsung Dengan Presiden pada Tanggal 4 November 2016.

Berikut adalah Aneka Keanehan Penanganan Kasus Kasus Ahok Penista Alqur’an

yang sekelumitinfo ambil dari http://www.visimuslim.net/2016/11/ada-apa-dengan-kapolri.html?m=1

1. Ketika awal umat ramai membuat pengaduan melaporkan Ahok, Polri menolak dengan alasan perlu melampirkan fatwa MUI.
2. Fatwa MUI keluar, umat melaporkan Ahok lagi dengan lampiran fatwa MUI, termasuk dengan Aksi Bela Islam 1. Laporan masih belum ditindaklanjuti. Alasannya harus izin presiden. Makanya diumumkan Aksi Bela Islam 2  akan diadakan dengan sasaran presiden, karena dalih Polri perlu izin presiden.
3. Setelah dibantah Mahfud MD bahwa aturan perlu izin presiden untuk memeriksa pejabat negara sudah dicabut masih juga lambat proses hukumnya walaupun dijanjikan akan segera diusut.
4. Ketika Ahok akhirnya datang ke Bareskrim, kejadiannya dibuat simpang siur antara diperiksa atau klarifikasi saja dari Ahok. Antara dipanggil atas perintah Polri dengan insiatif Ahok sendiri. Kapasitas kedatangannya sebagai saksi. Ketidakjelasan ini seolah konsumsi informasi untuk 2 sasaran: 1) kepada partai pengusung dan penyandang dana Ahok dikesankan Ahok datang hanya untuk klarifikasi (sangat terhormat), 2) untuk pelapor Ahok, infonya Ahok yang dipanggil ke kantor polisi (sesuai aspirasi umat)
5. Ketika Aksi Bela Islam 2 sudah kurang dari 10 hari, upaya penggembosan massa dilakukan Polri dengan menebar opini adanya ancaman terorisme terjadi saat hari H
 6. Hari-hari berikutnya keluar ancaman untuk tembak ditempat bagi perusuh 4 November (oleh Kapolda Metro Iriawan). Nanti setelah banyak dikritik termasuk oleh anggota DPR dan TNI, baru info instruksi tembak di tempat dibantah dan antusiasme masa dari berbagai daerah sangat besar akan ke Jakarta pada 4 November.

7. Brimob membuat status Siaga 1. Jajaran polri di daerah dikerahkan untuk mendatangi tokoh/pemimpin ormas/lembaga pendidikan Islam. Polri bergerak di berbagai kota/kabupaten. Seperti pengakuan pimpinan Muhammadiyah Semarang, beliau dilobi agar tdk mengerahkan massa ke Jakarta. Tetapi kemungkinan Intelkam Polri tetap melaporkan antusiasnya massa daerah menuju Jakarta. Panitia mengajukan pemberitahuan aksi ke pihak Polri dengan kalkulasi massa lebih dari 100ribu.
8. Mata Najwa MetroTV jadi panggung bagi Tito untuk menciptakan ketakutan lanjutan dan menggembosi aksi. Isu ISIS, kelompok radikal dan khilafah dituding akan menyusup dalam aksi 4 November.
9. 4 November diperkirakan setengah juta sampai dua juta berkumpul jadi lautan manusia. Aksi berlangsung damai dan tertib dari seusai Sholat Jumat sampai adzan Isya. Rusuh besar diawali tembakan dan lemparan gas air mata ke tengah massa yang sedang berdoa duduk tertib (sudah banyak video bukti tersebar), selanjutnya beberapa peserta aksi ditabrak dan digilas dengan motor, bahkan ditembak peluru karet.
Para ustadz, habib, dan peserta aksi bertahan di tengah chaos. Pembakaran dua mobil Brimob menciptakan opini di media “aksi berakhir dengan rusuh”. Meski Kapolri berteriak kepada anak buahnya untuk menghentikan tembakan, namun seruan itu tidak digubris. Seolah ada komando lain dan sandiwara yang dimainkan.
10. Saat moment aksi Tito menyampaikan sikapnya tentang ucapan Ahok sebagaimana dirilis berbagai media. Salah satunya http://m.liputan6.com/news/read/2644597/kapolri-bukan-membela-ahok-tidak-bermaksud-menistakan-agama
11. Setelah Presiden mengumumkan akan menuntaskan kasus Ahok secara cepat dan transparan, Tito merancang gelar perkara sebelum dibawa ke pengadilan. Jika dalam gelar perkara tersebut Ahok diputuskan tidak melanggar hukum, maka kasus ditutup.
Perjuangan Tito membela Ahok beberapa minggu terakhir memang luar biasa. Tidak mengherankan, sebab sejarah hubungan keduanya memang penuh dengan ‘kemesraan’ (silakan googling: kemesraan Ahok dan Tito Karnavian). [erte]

 

Dipublikasi di aneka, berita, info, kiamat, News, pilkada, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Sumpah Pemuda dan Ahok


Sumpah Pemuda dan Ahok

Lusa hari Selasa 28 Oktober 2016 Rakyat Indonesia kembali akan memperingati “Hari Sumpah Pemuda” yang dengan segala keterbatasan,hambatan dan rintangan yang begitu besarnya pada masa tersebut (1928) dimana Bangsa Indonesia Masih dijajah, belum Merdeka dengan Aneka Ragam Perbedaan Wilayah,Agama,Suku, Bahasa, Organisasi, budaya dan perbedaan-perbedaan lainnya.

Pemuda dan Pemudi Indonesia pada saat itu tergerak untuk melalui beberapa tahapan Kongres dengan tokoh yang terlibat antara lain Soegondo Djoyopoespitto, M. Yamin dan lain lainnya membangkitkan Rasa Nasionalisme dan mempersatukan perjuangan sehingga tidak berjuang sendiri-sendiri.

Namun sangat disayangkan sekarang tampaknya momentum Sumpah Pemuda yang mempersatukan Aneka Ragam Perbedaan tersebut sepertinya karena ” Kata kata atau lisan yang tidak terjaga ” dari salah seorang Pejabat Publik di Ibukota Negara Indonesia Jakarta yang sekarang sedang ramai dibicarakan dan sedang memanas justru MENJADI PEMICU  Perpecahan Bangsa baik itu antar Agama, Antar Organisasi,Antar Suku maupun Antar Etnis.

Semoga Saja Ini Bukan Merupakan Skenario besar yang sedang dirancang untuk merongrong Kesatuan dan Persatuan Bangsa yang sama sama kita cintai ini.   Ataukah ini merupakan suatu TEST CASE dengan PEMICU/TRIGGERnya  seorang Sosok Kontroversi BTP yang bak seorang Pendekar Suci Super Sakti namun memiliki Emosi Tinggi Sekali dengan Lisan yang Menyakiti tak Perduli Orang Sakit Hati.

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 1928.

Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :

  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel

Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu”Indonesia Raya”
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.

  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie
Dipublikasi di #salamgigitjari, aneka, berita, info, kiamat, News, Phenomenal, pilkada, religius, Uncategorized | Meninggalkan komentar

Nusron Wahid dan Prof Hamka Haq ILC


Nusron Wahid dan Prof Hamka Haq

Lucu aneh dan nyeleneh ” Prof. Hamka Haq dengan lantang dan Emosional mengambil sejarah Pemimpin di Zaman awal perkembangan Islam sebagai PEMBENARAN bahwa muslim boleh DIPIMPIN oleh Non Muslim. Konteks yg berbeda donk Pak Prof DIPIMPIN dengan MEMILIH PEMIMPIN. Tdk ada larangan untuk DIPIMPIN Non Muslim kalau ada wah BERABE DEH Pak Prof. Lagian di awal Kenabian sampai dengan Akhir periode Makkah pastinya Pemeluk Islam belum menjadi besar dan ayat yg diributkan itu belum turun karena surat Almaidah tersebut termasuk surat yang diturunkan pada periode Madinah, katanya anda Profesor dan juga Ulama kok gitu sih pemahaman anda?
Nusron Wahid yg menyatakan bahwa yg mengetahui yg sebenar benarnya Tafsir Teks Alqur’an Hanyalah ALLAH AL HAQ Saja saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut, namun melihat cara penyampaian P. Nusron Wahid  dengan mata melotot dan tampang sangarnya bertolak belakang dengan pernyataan di awal karena Dia sudah merasa yg PALING Benar tafsirnya;  dan tafsir yg berseberangan adalah SALAH.

HELLO begitukah etika yg benar dalam menyampaikan pendapat terlebih lagi berpendapat terhadap Ulama Se- Agama dengan memandang rendah dan menjatuhkan dalam suatu forum yang disiarkan secara live seolah olah pihak andalah yang sudah pasti benar.

Please deh pak kok ngotot sekali untuk membela orang yang jelas-jelas tidak se-agama/se-iman dengan anda dan bahkan anda mencaci-maki suadara se-iman anda sendiri.  Hanya anda dan Al Haq sendiri yang tau kenapa ………..????

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

One Data Indonesia Via CBDIS


One Data Indonesia Via  CBDIS

Census Based District Information System (CBDIS) adalah pengellolaan satu data di level kabupaten/kota dengan beberapa indikator, yakni kependudukan, gender dan kesehatan produksi. Data CBDIS berbasis sensus sampai dengan level kabupaten, dan juga level di bawah kabupaten.

Saat ini sedang dibangun aplikasi backend system dan frontend system. Backend system berfungsi untuk memfasilitasi forum data antara penghubung, atau Liaisson Officer (LO), yaitu SKPD Kabupaten dengan BPS Kabupaten. Sedangkan frontend system adalah Website Kabupaten, sebagai interface, yang dapat diakses publik. Pada aplikasi Backend system, seluruh SKPD dan BPS sama-sama  melakukan input data, termasuk input metadata indikator. Data tersebut di-approval atau disetujui oleh penanggungjawab di setiap SKPD. Selain itu, backend system juga mendokumentasikan keanggotaan forum data.

The United Nations Population Fund (UNFPA) adalah lembaga dunia  yang bekerjasama dengan BPS mewujudkan CBDIS. Ujicobanya sudah dimulai sejak tahun 2015 di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Yogyakarta. Belum lama berselang, Kamis (13/10), Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Ari Nugraha menyaksikan penandatanganan kesepakatan (MoU) untuk proyek CBDIS selanjutnya, di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Penandatanganan MoU di Kolaka sudah pernah dibahas pada Workshop Penyiapan Pedoman dan Perbaikan Sistem Satu Data Implementasi CBDIS, yang diselenggarakan bulan lalu di Hotel Salak, Bogor. Sebagai tindak lanjut, BPS Kabupaten Kolaka dan Pemda setempat melakukan penandatanganan MoU terkait CBDIS di Kantor Bupati Kolaka. Selain Bupati Kolaka, MoU juga dihadiri oleh Kepala Dinas dan pejabat Pemda setempat.

Kini, konsep CBDIS akan dikembangkan dan diaplikasikan untuk mewujudkan “One Data Indonesia/Satu Data Indonesia”, yang kini sedang hangat diperbincangkan. Olehkarenanya, bersamaan dengan acara MoU tersebut, disampaikan beberapa paparan. Ari Nugraha menyampaikan paparan terkait satu data. Direktur Diseminasi Statistik, Adhi Wiriana menyampaikan paparan terkait forum data dan CBDIS.  Assistant Representative UNFPA, Martha memberikan paparan terkait perkembangan The Sustainable Development Goals (SDGS), suatu acuan/ kerangka pembangunan yang menjadi kesepakatan negara-negara di dunia. Satu lagi paparan terkait data strategis dan data statistik dasar disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Atqo Mardiyanto.

Sosialisasi data BPS selalu digaungkan dalam setiap kesempatan. Adanya CBDIS, akan menjadikan BPS lebih mudah koordinasi dalam pengumpulan data, untuk kepentingan bersama. Semakin banyak data BPS dimanfaatkan, masyarakat akan lebih mengenal dan merasakan dampak dari data yang dikumpulkan BPS.

Diambil dari Community bps

Dipublikasi di aneka, berita, info, konsep definisi, News, Uncategorized | Meninggalkan komentar

BPS Pesawaran Menjadi Juara I LC3 HSN BPS Lampung 2016


BPS Pesawaran Menjadi Juara I LC3 HSN BPS Lampung 2016

img-20160921-wa0026

Dalam rangka memeriahkan Peringatan hari Statistik Nasional (HSN) Tahun 2016 Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung (BPS Prov. Lampung) menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan seperti : kegiatan donor darah, Lomba Cerdas Cermat Ceria (LC3), Jalan Sehat  maupun Award bagi Responden.

Pada hari Rabu, 21 September 2016 kemarin bertempat di Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung di Jalan Basuki Rahmat diadakan kegiatan Lomba Cerdas Cermar Ceria (LC3) yang diikuti oleh 16 Team yanga terdiri dari  14 Team dari Kabupaten Kota se Provinsi Lampung ditambah 2 Team dari BPS Provinsi Lampung.

Perlombaan dibagi menjadi 4 (empat) Group dengan masing masing Group berisikan 4 Team kemudian masing masing Juara dari ke-4 Group tersebut akan bertemu di Babak Final, pertanyaan yang diajukan meliputi seputar Statcap Cerdas & Reformasi Birokrasi, Pengetahuan tentang indikator/ konsep definisi dlm perstatistikan dan pertanyaan uptodate pengetahuan Umum.

img-20160921-wa0025

Dari babak Penyisihan di ke-4 Group muncul Empat peserta di babak Final yaitu:

BPS Kab. Pesawaran, BPS Provinsi I, BPS Kab. Pringsewu dan BPS Kab. Tanggamus

Pertarungan sengit di babak final dengan perolehan nilai yang tidak berbeda jauh antar kontingen dari keempat Team pada babak ini akhirnya dimenangkan oleh Team BPS Kabupaten Pesawaran.   Kemenangan Team BPS Pesawaran ini diperoleh berkat pertanyaan “terakhir” babak rebutan sehingga berhasil mengungguli BPS Kabupaten Pringsewu yang sudah terlebih dahulu mengumpulkan poin Nilai sebanyak 660 sedangkan BPS Pesawaran baru Mengumpulkan poin Nilai 650.  Setelah berhasil merebut pertanyaan terakhir mengenai “berapa poin Nilai yang akan diperoleh oleh seorang Pejabat Fungsional Statistisi jika mengikuti suatu Seminar ?” yang berhasil dijawab dengan benar oleh Abdul Kadir (Koordinator Statistik Kecamatan Tegineneng) yang kebetulan memang menjabat Fungsional Statistisi, sehingga akhirnya Team BPS Pesawaran menjadi Juara memperoleh Nilai Total 750 sedangkan BPS Kab. Pringsewu harus puas di posisi kedua dengan perolehan Nilai 660 dan posisi ke-tiga ditempati BPS Kabupaten Tanggamus.

img-20160921-wa0024

Dipublikasi di aneka, berita, info, konsep definisi, News, Uncategorized | Meninggalkan komentar